Rabu, 29 Maret 2017

Dongeng Sebelum Tidur #2


Ada secangkir teh dan setumpuk cerita yang belum juga habis terbaca, 
keduanya tergesa-gesa dan tak sabar menunggu giliran untuk diceritakan:

I
Ketika bicara tentang hidup, Ia mengandalkan ingatan yang datar tapi tajam. 
Ingatan pertamanya adalah menjadi gadis sederhana yang bertemu cinta pertamanya.

II
Ketika mendengarkan musik, Ia mengambil kaca untuk melihat ekspresi wajahnya. Ia kadang menangis ketika benar-benar rindu pada cinta pertamanya, lalu tiba-tiba sadar ini hanya kelakar dan sandiwara nakal

III
Ketika  membaca cerita pendek di sebuah tabloid, Ia merasa cinta pertamanya ada pada tokoh-tokoh dalam cerita. Ia menikmati cerita hingga tak sadar malam menjadi teman baik untuk berharap bertemu pada cinta pertama dalam tidurnya.

IV
Ketika tidur Ia menghabiskan waktu delapan jam dan hampir seperti itu. Udara dingin di kamarnya memiliki kekuatan untuk mengingat cinta pertamanya yang selalu menyimpan banyak rahasia.

Senin, 27 Maret 2017

Dongeng Sebelum Tidur #1



Pulang kampung kali ini lebih banyak mengingat masa kecilku
Usia Ibu yang semakin bertambah tua
Dan hal-hal sederhana di belakang rumah yang tiba-tiba membawa ingatanku 
pada masa kecilku

Kau tahu, aku selalu memandangi tanah lapang di waktu sore
hanya untuk bisa menghayal kau bermain bola disana
dan aku memandangnya dengan ragu dan malu
itu adalah cerita 10 tahun yang lalu saat aku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama

Aku ingat bagaimana kau memandang ke arah rumahku,
itu adalah perihal yang paling indah bagiku
dan perihal yang paling membuatku sedih adalah

menunggu waktu kapan bertemu

Rabu, 02 November 2016

Selamat Ulang tahun, Firman




Untuk cinta pertama


Ketika tanggal dua datang, ia selalu menunggu tengah malam untuk mengucapkan hari istimewanya, dan tidak pernah Ia lupa. Di buku harian miliknya, tertulis banyak hal yang ingin dilakukan bersama cinta pertamanya:

  • Bermain bersama
  • Mengunjungi kota diamana dia berada
  • Bercerita tak ada habisnya
Ketika kau membaca, semoga bahagia dimana kau sudah bertambah usia dan tetaplah menjadi cinta pertama yang sederhana namun bermakna. 

2 November 2016

Jumat, 29 Juli 2016

Borobudur Writers and Cultural Festival


Borobudur Writers and Cultural Festival tahun 2015 mengangkat tema menarik yakni, “Gunung, Bencana, dan Mitos di Nisantara” dimana penduduk Indonesia beberapa daerahnya menempati cincin api paling aktif di dunia yang letaknya di kedalaman bawah tanah, di daratan berupa kepulauan yang terpisah satu sama lain. Kepulauan ini dilingkari Cincin Api Pasifik yang teraktif di dunia dan dibelit jalur berapi teraktif kedua yaitu, Sabuk Alpide. Ditambah secara geografis ditumbuk oleh lempeng Indonesia – Australia dari selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.


Ancaman alam berbahaya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia di Indonesia. letusan yang ditimbulkan tentu akan berdampak pada segala aspek kehidupan di sekitar gunung, namun juga bisa berdampak pada negara lain. Seperti saat letusan gunung Tambora dan Toba yang mengakibatkan beberapa kerajaan pada zamannya musnah. Akibat letusan yang dahsyat tersebut juga mengakibatkan terjadinya the dark era, yakni peristiwa selama tiga tahun langit gelap dan selama dua tahun tidak ada musim panas di Eropa. Akibatnya semua panen gagal dan kelaparan merajalela di mana-mana karena kekurangan pasokan makanan. Faktor ini juga yang mengakibatkan Napoleon Bona Parte kalah karena tidak adanya pasokan bahan pangan yang mengakibatkan kelaparan berkepanjangan dan meninggal. Kisah tersebut juga diceritakan secara lengkap mengenai Ekspedisi di Indonesia yang membahas Cincin Api ada dalam buku perjalanan berjudul “Ring Of Fire” (Indonesia dalam Lingkaran Api) karya Antropolog Lawrance Blair dan Lorne Blair asal Inggris.

Tema yang dibahas saling berkaitan erat, dimana gunung berapi jika meletus menimbulkan bencana, dan melahirkan mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Hingga saat ini kisah mengenai gunung selalu menarik untuk dibahas karena menyangkut berbagai aspek penting dalam kehidupan. Dan uniknya, setiap gunung pasti mempunyai cara penghormatan yang berbeda-beda maknanya di setiap daerah, bisa berarti ungkapan rasa takut, ungkapan syukur atau terima kasih, bisa juga pemujaan karena menganggap bahwa gunung adalah tempat bersemayamnya para dewa-dewa. Bentuk penghormatan pada umumnya berwujud sebuah kesenian (tari-tarian, pentas budaya), ritual, candi, batuan menhir, mitos, hikayat, dan legenda yang beredar di kalangan masyarakat. Hal tersebut membuktikan bahwa gunung sangat berpengaruh pada perspektif spiritual peradaban di manusia nusantara.

Borobudur Writers and Cultural Festival 2015 adalah sebuah festival yang diciptakan menjadi wahana perayaan karya-karya untuk membahas mengenai budaya dengan tujuan membuka diri terhadap segala kemungkinan keragaman identitas dan segala manifestasi ekspresif di masa lalu dan sekarang. Acara yang diadakan selama tiga hari yakni, 12-14 November 2015 meliputi peluncuran buku, berbagai seminar yang membahas mengenai ledakan gunung, pemutaran film, berbagai pertunjukan tari-tarian hingga penyerahan Sanghyang Kamahayanikan Award serta pembacaaan syair sebagai penutup acara.

Pentas tarian kolaborasi dengan judul “problematika alam, insan,dan zaman” oleh Komunitas lima gunung yakni, Nungki Nurcahyani, Sutanto Mendut, Wukir Suryadi, Seniman Australia dan India sangat memukau perhatian di pembukaan acara, kostum yang unik dengan menggunakan wardrobe serba putih dan sesajen yang lengkap bak tradisi ritual mengundang antusiasme penonton, hingga dilepasnya seekor ayam di sangkar yang menjadi simbolisasi dibukanya acara Borobudur Writer and cultural Festival di Manohara Hotel the centere of Borobudur studies.







Foto Tarian Zaman saat Opening acara BWCF

Pada acara penutupan atau closing Ceremony, Borobudur writers and cultural festival memberikan penghargaan Sang Hyang Kamahayanikan Award yakni, penghargaan pada seseorang yang berjasa dalam penemuan situs- situs sejarah di seluruh Indonesia. Tahun 2015 penghargaan tersebut diberikan pada Nigel Bullogh (64 tahun) yang begitu cintanya Nigel Bullogh terhadap sejarah nusantara hingga mengganti namanya menjadi Hadi Sidomulyo, kecintaan dan dedikasi pria asal Inggris yang sejak 1971 sudah mulai meneliti masa silam nusantara, menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam hidupnya untuk menelusuri lokasi-lokasi yang tercantum dalam Nagarakaertagama dan mendata candi-candi yang tertanam di lereng-lereng Gunung Penanggungan
Closing Ceremony di Pelataran Hotel Magelang

(Ayo Rek daftro acara iki, nek ora tak tembak)


See you BWCF 2016





Dongeng Sebelum Tidur #2

Ada secangkir teh dan setumpuk cerita yang belum juga habis terbaca,  keduanya tergesa-gesa dan tak sabar menunggu giliran untuk dicer...